Jumat, 06 Agustus 2010

Padang Ilalang Yang Hilang

Padang Ilalang Yang Hilang

Penulis : Ilalang Bintang

Tiga orang sekawan ; bintang, jhoni dan herman, bersahabat kental, merela biasa menyambit rumput untuk ternak bersama-sama di perkebunan karet negara, namun di suatu hari, kebun karet dilenyapkan untul membuat villa, bagaimana 3 sekawan itu menanggapinya? Silakan simak dicerpen ini, berikut cuplikannya:

Seperti biasa hari ahad pagi kami bertiga biasa menyusuri area perkebunan karet milik PT Perkebunan Negara (PT PN IV) mengambil rumput untuk ternak kami, membantu meringankan beban orang tua. Setelah karung penuh terisi kami biasa berteduh di bawah pohon karet besar dan rindang ini. Di hadapan kami terbentang perkebunan karet yang luas di kanan kiri rerumputan tumbuh dengan subur, hijau, pakan empuk ternak kami.

Setelah makan, tiba-tiba Herman berkata “Tang, Jhon kemarin di sekolah kita khan belajar tentang tumbuhan, e..h nomong-ngomong kamu suka tumbuhan apa jhon?”
“ e..h kalau aku sih suka pohon kaktus, aku suka akan hidupnya yang keras pantang menyerah, bayangkan sobat ia mau hidup di padang yang gersang, panas dan kering. Kamu sendiri Man?” Jhoni balik bertanya pada Herman.
“kalau aku suka bunga mawar, mawar tuh indah banget, apalagi kalu berbunga haru…..m sekali”
“huh… kaya cewek aja” ejek kami serempak.
“biarin aja, EGP gitu lho” kilah Herman.
“kamu?” Tanya Herman menunjuk kearahku.
“kalau aku suka rerumputan dan ilalang, lihatlah kawan rerumputan dan ilalang di depan kita, mereka hidup tak terurus, terlalaikan, bahkan banyak orang yang ingin mengenyahkannya.

Tapi ternyata mereka masih memberi guna bagi kita, menjadi santapan lezat ternak kita,. Mereka mengajarkan pada kita sekecil apapun kita, seremeh apapun kehidupan kita, kita mesti memberikan manfaat pada yang lainnya, ecamkan itu kawan !” ucapku lantang bak pujangga melantuntan sabda cinta.

1 komentar:

  1. ini sekedar cuplikannya saja, cerita lengkap di antologi komunitas pena santri, semoga segera launching, doakan ya!

    BalasHapus