Jumat, 10 Mei 2013

KULTUM: CINTA + NIAT = MOTIVASI

KULTUM: CINTA + NIAT = MOTIVASI
(C + N = M)
Novita Hariyani

Assalamu’alaikum wr.wb
Alhamdulilahi rabbil alamin. Wassalasatu wassalamu ala asrafil anbiya iwal mursalin wa ala ashabihi wa aj’main amma ba’du.

Apakah motivasi hanya datang dari orang lain? Tidak, motivasi terkuat datang dari diri kita sendiri. Motivasi bisa terus berkurang karena motivasi itu tidak permanen, sehingga saat kita mengikuti training motivasi, motivasi tidak akan bertahan lama. Motivasi ini dapat naik-turun dan motivasi yang lemah merupakan salah satu kekurangan dari manusia.

Dalam QS. Thaahaa 115 disebutkan ada dua sifat Adam as (yang juga kita miliki) sehingga terjerumus oleh godaan iblis yaitu: “Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa, dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.”

Motivasi yang lemah bisa dikaitkan dengan emotional capacity yang berasal dari kemauan kita sendiri. Motivasi lemah bisa dilihat dengan sikap enggan, malas, tidak bersemangat ataupun cuek. Titik ekstrim dari orang dengan motivasi nol adalah ketika dia melakukan bunuh diri. Motivasi dalam hidup kita bisa diibaratkan sebagai lilin di kegelapan. Ketika motivasi kita meredup, kita bisa malas makan, malas bekerja, enggan belajar sampai tidak punya ide apapun.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa faktor pendorong motivasi adalah cinta dan niat. Semakin besar cinta dan niat kita maka akan semakin besar motivasi yang bangkit. Lihatlah, banyak orang yang sampai niat untuk bunuh diri karena putus cinta. Ini menggambarkan bahwa cinta dan niat memiliki kekuatan untuk menggerakkan diri kita, bahkan untuk hal-hal yang buruk dan tidak masuk akal.
Cinta dan niat itu sekecil inti atom, orang lain tidak dapat mengetahui maupun melihatnya, dan yang mampu mengetahui serta merasakannya adalah diri kita sendiri. Saat kita dihadapi dengan suatu masalah dan kebahagiaan, yang dapat merasakan serta menikmati semua itu secara total adalah diri kita, orang lain tidak mampu menyelesaikan masalah kita.

Cinta adalah rasa kasih sayang pada sesuatu. Cinta menghasilkan suatu kekaguman dan kesukaan. Untuk mencapai tujuan yang diinginkan, perasaan cinta akan melakukan hal yang benar dan salah. Sedangkan niat adalah inti dan dasar dari segala sesuatu. Niat menghasilkan amal perbuatan. Niat yang baik, berujung pada amal yang baik. Niat yang tidak benar berakhir pada amal yang tertolak, tidak diterima. Sekalipun amal tersebut mulia, akan jatuh nilainya karena memasang niat yang salah. Dan sekarang, apakah yang Anda pilih, cinta dan niat yang benar atau cinta dan niat yang salah?.

Dalam hadits Arba’in yang pertama disebutkan bahwa "Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai dengan niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya...” (Diriwayatkan oleh dua orang ahli hadits: Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Al-Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairy An-Naisaburi).

Anda bisa memanfaatkan kekuatan cinta dan niat ini untuk mendapatkan motivasi diri. Tentu saja, tidak sebatas cinta terhadap lawan jenis, tetapi cinta kepada hal lainnya juga. Saat Anda mencintai dan niat menjalani study Anda, Anda akan memiliki motivasi yang cukup saat belajar. Lihatlah pemain sepak bola, di tengah jadwal yang ketat, mereka tetap enjoy bermain di lapangan, karena mereka mencintai profesinya sebagai pesebak bola. Namun, ada cinta dan niat yang paling kuat. Saat Anda tidak memiliki cinta dan niat ini, sungguh Anda sudah menyia-nyiakan hidup Anda. Inilah cinta dan niat yang paling besar, yang memotivasi para mujahid di medan perang. Tidak takut mati, tidak takut rasa sakit, tidak takut apa pun, demi cinta dan niat ini. Cinta dan niat ini tiada lain adalah cinta kepada Allah dan niat menjalankan seluruh perintahNya. Mari kita pupuk kesadaran kita, bahwa belajar dan bekerja kita adalah salah bentuk wujud cinta kita kepada Allah. Marilah kita pancangkan niat kita, bahwa belajar dan bekerja kita untuk beribadah hanya kepada Allah SWT.

Adakah perasaan cinta kita kepada Allah dan niat kita untuk menjalankan perintahNya? Jika terasa kurang, maka iman kita harus ditingkatkan lagi, sebab cinta kepada Allah hanya dimiliki oleh mereka yang beriman.

“Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS Al Baqarah:165).

Dari sekarang, kita pasang cinta dan niat baik dalam hati sebelum melakukan segala sesuatu. Tautkan hati kita hanya untuk mengharap ridha Allah, maka kebahagiaan dunia dan akhirat ada dalam genggaman tangan kita. Dari cinta dan niat itu, kita dapat menjaga agar motivasi ini terus menyala sehingga kita menjadi lebih bersemangat dalam hidup. Jagalah semangat hidup ini dengan banyak bersyukur, memiliki visi-misi hidup, menjauhi kebosanan dan think positively.

Wallahu a’lam bish showab.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

 Novita Hariyani. Bertempat tinggal di Jln. Ratu Dibalau Gg. Cempaka 8, No. 28, Way Kandis, Bandar Lampung, provinsi Lampung. Vita panggilan akrabku hobby membaca dan menggambar, mulai dari hobby membaca itulah aku bisa mendapatkan ide-ide menulis. Dan bagi yang ingin berkenalan dan memberikan kritikan dapat menghubungi nomor 085768209639 dan dapat menghubungi lewat e-mail vieta_pkn09@yahoo.com atau lewat FB Novita Hariyani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar