Sabtu, 17 Agustus 2013

Contoh Kultum: Jadilah Orang Yang Berilmu

Contoh Kultum: Jadilah Orang Yang Berilmu

Oleh : Muhammad Sofyan Arif

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wa Barakaatuh
Maha suci Allah SWT yang telah memberikan nikmat kepada hambaNya berupa iman dan islam. Sholawat dan salam kita sampaikan kepada Rasulullah Muhammad SAW, manusia pembawa cahaya bagi seluruh alam.
Saudaraku yang baik hatinya
Manusia diciptakan oleh Allah SWT supaya menghambakan diri kepadNya. Namun manusia terkadang tidak peduli denganNya. Karena sebagian manusia hanya memandang hidup adalah di dunia, jadi tidak perlu menghambakan diri kepadaNya. Tetapi mereka lupa bahwa sejatinya hidup adalah di akhirat. Manusia ketika hidup di  dunia harus bisa memperlakukan dirinya seperti apa yang Allah SWT perintahkan yaitu bertakwa. Takwa dalam arti senantiasa menjalankan apa yang menjadi perintahNya dan semaksimal mungkin menjauhi apa yang dilarang olehNya. Dalam perjalanannya, manusia harus mencari ilmu sebagai bekal hidupnya. Karena orang yang berilmu tidak akan goyah ketika mendapati perbedaan, tidak anarkis ketika terpancing amarahnya, berpikir sebelum melakukan tindakan  dan bisa menjadi panutan bagi manusia lainnya. Ada pepatah mengatakan  “Jadilah Orang yang berilmu”. Ya. Mengapa harus dengan ilmu? Karena orang yang mempunyai ilmu kemudian mendedikasikan ilmunya untuk kemaslahatan umat maka akan menjadi cahaya bagi seluruh alam. Di mana ketika tidak ada cahaya, maka manusia akan dihadapkan pada kegelapan yang tidak tahu arah. Ilmu kemudian lahir dan menjadi cahaya bagi siapa saja. Bukan hanya bagi makluk Allah SWT yaitu manusia, namun bagi semua makhluk di alam semesta ini. Ilmu mutlak menjadi dasar manusia karena dengan ilmu kita akan memperlakukan apa saja dengan hati-hati, sesuai dengan kapasitas dan fungsinya. Pasti akan berbeda dengan orang yang tidak berilmu. Hadis-hadis telah menyebutkan  bahwa "Carilah ilmu sampai ke negeri China". Kutipan tersebut membuktikan bahwa, mencari ilmu merupakan kewajiban manusia walaupun susah menempuhnya, ilmu menjadi investasi dari masing-masing individu guna mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.  Mari kita bercermin terhadap diri kita pribadi, sejauh mana ilmu kita. Belajarlah memandang orang yang lebih tingggi dari sisi keilmuannya. Hal tersebut dimaksudkan supaya kita bisa mencontoh dan termotivasi sepertinya.
Saudaraku yang baik hatinya
Orang yang berilmu tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka akan selalu dibutuhkan oleh banyak orang. Dari sisi finansial orang yang berilmu jelas tidak masalah. Karena orang yang berilmu dijamin oleh Allah SWT mengenai kelangsungan hidupnya. Orang yang mempunyai  ilmu akan selalu menyejukkan manusia lain, lembut sikapnya, ramah perangainya dan apa yang didapatkannya akan selalu diamalkan. Karena tujuan hidupnya adalah "Khorunnasi Anfa'uhum Linnas" yang artinya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain. Selangkah demi selangkah mari jejakkan kaki kita menuju majelis-majelis ‘ilmu. Disanalah kita akan menemukan percik-percik cahaya ilahiyah. Berbeda halnya jika langkah kaki kita kemudian dipijakkan menuju tempat-tempat yang tidak membawa kemanfaatan. Justru akan membawa kita ke jalan kesengsaraan yaitu jalan yang tidak diridhoi oleh Allah SWT.
Selanjutnya mari kita teladani Rasulullah Muhammad SAW, di mana dalam diri beliau terpancar cahaya keilmuan yang luar biasa. Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan manusia untuk menjadi orang yang berilmu. “Kun ‘aliman au muta’alliman au mihibban walamtakun khomisanyang artinya jadilah orang yg alim, atau jadilah orang yang suka mencari ilmu atau jadilah engkau orang yang  suka mendengarkan ilmu dan atau jadilah engkau orang yang suka mencintai ilmu, dan janganlah engkau menjadi yang ke 5, maka engkau akan hancur. Pertama semaksimal mungkin dengan ikhtiar dan berdoa kita diharapkan menjadi orang yang 'aliman (pengajar, guru), kalau tidak bisa menjadi pengajar atau guru usahakan menjadi muta'alliman (santri, murid), kalaupun belum bisa juga maka jadilah mustami'an (Mau menjadi pendengar yang baik) tetapi jika belum sanggup juga ya setidaknya jadilah muhibban (Suka dengan majelis-majelis ilmu, pengajian). Walam takun homisan, fatahik (Jangan jadi orang yang ke lima). Nomor lima jelaslah bukan dari bagian yang empat di atas.
Saudaraku yang baik hatinya
Seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW mengenai pentingnya memiliki ilmu yang harus menjadi  cerminan dan cambuk bagi kita untuk menjadi manusia seperti apa yang Allah SWT inginkan. Karena sejatinya hidup adalah menjadi apa yang Allah SWT inginkan, bukan menjadi yang apa kita inginkan. Dalam meraihnya, kehidupan yang baik jelaslah bahwa, Allah SWT akan memberikan jalan bagi hamba-hambanya yang mau berusaha dan berdoa kepadaNya. Mendekatkan diri dengan cara tawakkal, taqorrub dan tawadhu’ kepadaNya.  Sehingga dengan jalan tersebut, masing-masing inividu bisa mengukur kualitas taatnya kepada Allah SWT. Jika kita berpikir secara sistematis mengenai tingkatan orang yang berilmu yaitu : 
1.      'Aliman
2.      Muta'alliman
3.      Mustami'an dan 
4.      Muhibban
Jelaslah orang yang berilmu seperti guru, pengajar menjadi yang paling tinggi tingkatannya karena mereka orang yang 'aliman, diberi kelebihan berupa ilmu, dengan ilmu yang didapatkan akan diamalkan di  jalan Allah SWT. Sehingga mereka akan menjadi teladan dan panutan buat orang lain. Jika kita tidak sanggup menjadi orang 'aliman maka jadilah yang kedua yaitu muta'alliman. Orang yang mau belajar pada orang yang 'alim, menjadi santri atau muridnya. Insyaallah apa yang diajarkan para 'alim akan merasuk dalam hati dan jiwa kita. Santri atau murid harus  tawadhu' pada guru, tekun dalam belajar dan mencintai apa yang sedang dipelajari. Insyaallah ilmu yang kita dapatkan akan  membawa keberkahan buat orang lain. Kemudian  kalau belum bisa juga menjadi yang kedua maka jadilah yang ketiga yaitu mustami'an. Jadilah pendengar yang baik, datangi majelis-majelis ilmu seperti mendengarkan tausiyah. Dengan demikian kita akan mendapatkan ilmu dari para mubaligh, ustadz-ustadzah ataupun para kiai. Perbedaan muta'alliman dan mustami'an adalah, kalau santri atau murid akan mencatat apa yang didapatkannya, sedangkan yang mustami'an hanya mendengarkan saja dan menggunakan akalnya untuk menyerap apa yang telah didengarkannya. Jika nomor satu, dua dan tiga tidak bisa maka jadilah yang ke empat yaitu muhibban. Jadilah orang yang suka sama orang 'alim, suka mendatangi majelis-majelis ilmu. Jangan pernah membencinya. Sukailah ketika ada pengajian dan ceramah-ceramah agama. Walaupun itu terkadang mengganggu ketika kita sedang istrihat, namun percayalah semua itu akan  membawa ke arah kemanfaatan.

Dari beberapa hal di atas betapa Rasulullah Muhammad SAW sangat bijak dalam memberi pelajaran, sejauh mana umatnya mau mengikuti apa yang disampaikan. Banyak pilihan yang diberikan, tinggal kita yang memilih. Karena hasil akhir  kehidupan itu baik atau buruk adalah pilihan dari masing-masing individunya. Tetapi yang menjadi catatan besar adalah menuntut ilmu wajib hukumnya maka jadilah orang yang berilmu. Betapa mulianya jika kita mempunyai ilmu kemudian membagikannya kepada saudara-saudara kita. Namun ilmu didapatkan dengan ketekunan, perjuangan dan usaha yang kuat, tanpa itu semua tidak mungkin kita meraihnya . Nantinya, ilmu yang kita berikan akan membawa berkah bukan hanya bagi pemiliknya, namun bagi yang belajar kepadanya dan kemudian tidak akan pernah putus pahalanya sampai dirinya tiada. Ketika ilmu yang hanya setetes diamalkan, maka balasannya akan seluas lautan. Percikan-percikannya akan menjadi bukti ketika manusia dikumpulkan di padang mahsyar. Dimana tempat itu merupakan bangkitnya manusia dengan berbagai rupa dan bentuk. Sesuai dengan amal kebajikannya ketika hidup di dunia. Ilmu yang bermanfaat akan selalu mengalir tiada akhir. Semoga kita menjadi manusia yang berilmu dan selalu di rindukan surgaNya. Aamiin.

Wallahu'alam Bissowab.
Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wa Barakaatuh

Profil Singkat
Muhammad Sofyan Arif lahir  25 tahun yang lalu di provinsi Jambi. 
Alamat : Jalan Sawojajar 22a3, Pringgolayan, Condongcatur, Depok, Sleman,  Yogyakarta. 55283.

6 komentar:

  1. beraat blognya, backgroundnya bikin berat nih

    but nice post

    BalasHapus
  2. bagus isi kultumnya...izin menyimak lainnya ya...kunjungan perdana, dan d tunggu pula kunjungan baliknya...doa saya semoga sukses selalu buat anda ...aaamiin :)

    BalasHapus
  3. Menarik kultumnya. Semoga sukses selalu buat KPS...

    BalasHapus
  4. mohon izin copas...trims sukses....untuk kita semua...

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mksh telah berikan solusi. smg barokah al fatihah.........aamiin ya robb

      Hapus